Minggu, 25 September 2011

Kondisi Kemiskinan di Lingkungan Sekitar

''BERSYUKURLAH SEBANYAK-BANYAKNYA KEPADA ALLAH.SEMOGA ALLAH SENANTIASA MERAHMATI DAN MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN HIDUP KEPADA KITA ATAS DUNIA YANG SEMENTARA INI,LEBIH-LEBIH LAGI KEHIDUPAN DI AKHIRAT NANTI.INSYAALLAH..."

Pada kesempatan ini saya akan menulis suatu kondisi kehidupan yang merupakan sebuah tugas mata kuliah introduce into micro finance.Sebuah tugas yaitu mengamati kondisi kemiskinan yang terjadi di lingkungan sekitar.Cerita ini saya tulis sebagai tanggung jawab saya sebagai mahasiswi untuk melaksanakan tugas,dan sebagai media agar kita semua tidak lupa untuk bersyukur dan adanya rasa peduli terhadap saudara-saudara kita yang mungkin berkehidupan kurang berkecukupan.
Kemiskinan sering di kaitkan dengan kekurangan,ketidakmampuan,bahkan keterlantaran.Menurut saya kemiskinan adalah tidak mampu atau tidak dapat terpenuhinya kebutuhan seseorang maupun keluarga untuk memenihi atau melengkapi keanekaragaman kebutuhan hidupnya.Kemiskinan dipahami dalam berbagai pemahaman yaitu:
*gambaran kekurangan materi,mencakup pangan.
*gambaran tentang kebutuhan sosial,mencakup pendidikan/informasi.
*gambaran tentang kurangnya penghasilan.
Dalam hal ini saya telah mengamati sebuah rumah yang berada kira-kira 400 sampai 500 m dari rumah saya.kondisi rumah tersebut sangat memperhatikan.ukuran rumah yang kecil,lantainya hanya dari semen kasar,dinding bangunannya terbuat dari papan,dan atap nya dari seng.
Rumah tersebut di tempati oleh kepala keluarga yg kira-kira berumur 60thn,yang bekerja sebagai kuli bangunan yang berpenghasilan tidak pasti.Sedangkan istrinya bekerja sebagai tukang cuci di rumah tetangga nya, dengan penghasilan Rp.200.000 per bulan.Mereka mempunyai 4 orang anak yang masih dalam umur masa pendidikan(bersekolah).Namun dari ke empat anak mereka hanya dua orang yang bersekolah,sedangkan dua anaknya lagi putus sekolah,yang seharusnya masih melanjutkan sekolah jenjang SMA.Hal ini dikarenakan adanya kendala biaya.
Dengan kondisi tersebut,saya menyimpulkan bahwa mereka merupakan keluarga yang kurang berkecukupan.Sekian cerita ini saya tulis,semoga cerita dapat menjadi pembelajaran penting bagi kita dan menyadarkan kita untuk saling peduli terhadap lingkungan sekitar.

Minggu, 18 September 2011

Kemarau Memperbesar Kemiskinan di Kediri


KEDIRI – Fakta menyebutkan, musim kemarau yang berkepanjangan belakangan ini mengancam bertambahnya masyarakat miskin (maskin) di Kabupaten Kediri. Terutama di dua kecamatan, yaitu Wates dan Mojo.  Data yang dihimpun memang menyebutkan angka kemiskinan di Kabupaten Kediri, bisa dikatakan lebih baik. Tahun 2010, jumlah warga miskin berkurang sebesar 2.395 penduduk dari angka kemiskinan pada 2009 yang besarnya mencapai 111.688 penduduk. Namun pada kenyataannya di Kecamatan Wates dan Kecamatan Mojo, jumlah warga miskin malah bertambah.
Di Wates, angka kemiskinan bertambah sebesar 303 penduduk dari jumlah kemiskinan sebesar 6.252 penduduk pada 2009. Kemudian  menjadi 6.555 penduduk miskin pada akhir 2010. Kecamatan Puncu yang bertambah sebesar 61 penduduk, dari semula 6.078 penduduk di akhir 2009 menjadi 6.139 penduduk di akhir tahun 2010.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Kediri, Edhi Purnomo, menjelaskan, peningkatan angka kemiskinan di dua kecamtan yang dinilai lebih tinggi, lebih disebabkan karena faktor iklim atau cuaca hingga mengakibatkan penduduk kekeringan dan ancaman gagal panen. Dari pengamatan Humas, bertambahnya kemiskinan di kedua kecamatan itu akibat kegagalan panen dan akibat cuaca serta iklim yang mengakibatkan kekeringan di daerah mereka.
Sementara itu, penanggulangan kemiskinan di Kota Kediri, mendapat sorotan tajam DPRD. Kinerja Tim penanggulangan kemiskinan (TPK) Kota Kediri masih belum maksimal. Jmlah warga miskin Kota Kediri pada 2010 tercatat sekitar 10 ribu kepala keluarga (KK). Pada 2011 tercatat sekitar 11 ribu KK. Ini berarti ada kenaikan sekitar seribu keluarga miskin dalam kurun waktu satu tahun.
Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri, Erita Dewi, mengatakan, peningkatan angka kemiskinan menjadi bukti, jika Pemkot Kediri gagal menjalankan program yang berhubungan dengan kesejahteraan rakyat. Selain banyaknya pembangunan, proyek fisik juga mengakibatkan terbengkalainya program yang tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan. “Ada perencanaan yang salah dan priorotas anggaran yang kurang tepat,” katanya.
Menurut dia,  upaya penanggulangan kemiskinan dinilainya belum optimal karena kinerja Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan tidak berjalan baik. Selama ini dewan belum pernah menerima laporan program kerja Tim Percepatan. enanggulangan Kemiskinan. “Kami sangat prihatin dengan kondisi perekonomian warga miskin, padahal sudah banyak program-program untuk kesejahteraan rakyat namun tidak dilaksanakan dengan baik.” lanjutnya.
Masih kata Erita penanggulangan kemiskinan merupakan kebijakan dan program pemerintah daerah yang dilakukan secara sistematis, terencana serta bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat. Ia juga juga meminta Pemkot Kediri memprioritaskan program pelayanan dasar untuk warga.

KEMISKINAN

Kemiskinan berasal dari kata dasar miskin. miskin adalah sebuah makna yang berarti suatu atau keadaan sulitnya kehidupan untuk memenuhi kebutuhan seseorang.
pada kesempatan ini, saya akan menceritakan tentang kondisi kemisinan yang ada di sekitar tempat tinggal saya.
kira-kira 400 meter dari rumah saya, terdapat sebuah rumah dalam kondisi yang tidak layak untuk ditempati. yaitu dengan kondisi : atap rumah tersebut terbuat dari seng, dindingnya terbuat dari papan, dan lantainya beralaskan tanah.
rumah itu dihuni oleh seorang bapak yang berumur 63 tahun, dan seorang ibu yang berumur 60 tahun. mereka memiliki 4 orang anak yang harus mereka tanggung. sedangkan ayah yang seharusnya menjadi kepala keluarga dan menafkahi keluarganya tidak memiliki pekerjaan (pengangguran).sang ibulah yang menggantikan tugas sang ayah dan menafkahi keluarga dengan menjadi tukang cuci.
penghasilan yang tidak seberapa yaitu sekitar Rp.300.000 per bulan meyebabkan kehidupan mereka pas-pasan, bahkan terkadang kurang.
maka dari kondisi tsb saya menyimpulkan bahwa keadaan kehidupan mereka berada di bawah garis kemiskinan