Anggaran melimpah mencapai 8,9 trilyun yang dimiliki Aceh, ternyata tak mengubah provinsi ini bebas dari jeratan kemiskinan. Dari 33 provinsi di Indonesia, Aceh menduduki peringkat keenam sebagai wilayah termiskin di nusantara pada 2009.
“Dilihat dari peringkatnya secara nasional, Aceh kini menduduki peringkat ke enam tertinggi (kemiskinan-red) di Indonesia, berada di bawah Nusa Tenggara Barat,”.
Selain masih tingginya angka kemiskinan, pendapatan perkapita Aceh juga masih rendah. pendapatan perkapita Aceh yang hanya Rp16,9 juta pertahun, masih jauh di bawah nasional, mencapai Rp20,3 juta perkapita.
Data dari Badan Pusat Statistik mengatakan, dari 4,3 juta rakyat Aceh pada 2009, sekitar 21,8 persen diantaranya miskin.
Jumlah itu dinilai menurun, jika dibanding kemiskinan saat 2008 yang mencapai 23 persen warga Aceh. “Berkurang 66,8 ribu jiwa,”
Sebelumnya, per Maret 2009, BPS merilis, Aceh menduduki peringkat kelima dengan penduduk miskin di pedesaan terbanyak di Indonesia, setelah Gorontalo.
Penurunan ini,erat kaitannya dengan perbaikan ekonomi nasional yang sedang berjalan dengan baik selama ini. Pada 2009, BI mengklaim ekonomi Indonesia tumbuh 4,3 persen, lebih besar dari prediksi sebelumnya sebesar 3,5 sampai 4 persen.
“Selama 2009, perkembangan kesejahteraan di Indonesia terus menunjukkan tren membaik.Penduduk miskin di Indonesia juga turun menjadi 32,53 juta jiwa dari 34 juta orang pada 2008.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar